Senin, 27 Juli 2009
Alkohol Mempengaruhi Kinerja Otak
Makin banyak alkohol diminum seseorang, semakin kecil volume otaknya, demikian suatu laporan yang dimuat jurnal US Archives of Neurology edisi Oktober.
Volume otak berkurang seiring dengan bertambahnya usia, yang diperkirakan 1,9 persen per dekade disertai oleh peningkatan lesi area putih (white matter), demikian keterangan latar belakang laporan tersebut. Lesi merupakan perubahan patologis yang ditemukan di dalam jaringan organisme, biasanya yang rusak oleh penyakit atau trauma.
Volume otak yang lebih rendah dan lesi area putih yang lebih besar juga terjadi sejalan dengan perkembangan demensia dan gangguan berpikir, belajar, dan ingatan.
Konsumsi alkohol dalam jumlah sedang sebelumnya dikaitkan dengan risiko lebih rendah terkena serangan jantung karena otak menerima darah dari sistem itu. Para ahli telah memperkirakan bahwa alkohol dalam jumlah sedikit juga mungkin menipiskan kecenderungan yang berhubungan dengan usia pada volume otak.
Para ahli dari Wellesley College, Massachussett, dalam risetnya melibatkan 1.859 partisipan dengan rata-rata usia 60 tahun. Selama kurun waktu 1991- 2001, partisipan menjalani magnetic resonance imaging (MRI) dan pemeriksaan kesehatan. Partisipan juga wajib melaporkan jumlah alkohol yang mereka konsumsi per pekan, usia, pendidikan mereka, dan faktor lain.
"Kebanyakan partisipan melaporkan konsumsi alkohol dalam jumlah kecil, dan pria cenderung lebih mungkin dibanding wanita untuk menjadi peminum sedang atau berat. Ada hubungan linear negatif yang mencolok antara konsumsi alkohol dan volume total otak," ungkap penulis riset.
Meskipun pria lebih mungkin meminum alkohol, hubungan antara minum alkohol dan volume otak lebih kuat pada perempuan, kata peneliti. Itu diduga akibat faktor biologis, termasuk ukuran otak perempuan lebih kecil tapi kerentanan lebih besar terhadap dampak alkohol.
"Dampak kesehatan masyarakat dari riset ini memberi pesan yang jelas tentang bahaya yang mungkin ada akibat minum alkohol," ungkap penulis artikel tersebut.
"Studi longitudinal prospektif diperlukan untuk mengonfirmasi hasil ini serta memastikan apakah ada konsekuensi fungsional yang berhubungan dengan peningkatan konsumsi alkohol," katanya.
Studi itu menunjukkan bahwa tak seperti hubungan dengan penyakit jantung, konsumsi alkohol tidak memiliki dampak perlindungan pada volume otak.
Abses Otak
| DEFINISI Abses Otak adalah penimbunan nanah yang terlokalisasi di dalam otak. |
| PENYEBAB Abses otak jarang terjadi dan bisa merupakan akibat dari: - Penyebaran infeksi di bagian lain dari kepala (misalnya gigi, hidung atau telinga) - Cedera kepala yang menembus ke otak - Infeksi di bagian tubuh yang lain, yang disebarkan melalui darah. |
| GEJALA Abses otak bisa menyebabkan berbagai gejala, tergantung kepada lokasinya. Gejalanya bisa berupa sakit kepala, mual, muntah, rasa mengantuk, kejang, perubahan kepribadian dan gejala kelainan fungsi otak lainnya. Gejala-gejala tersebut bisa timbul dalam beberapa hari atau beberapa minggu. Pada awalnya penderita meraskan demam dan menggigil, tetapi gejala ini bisa menghilang ketika tubuh berhasil menangkal infeksi tersebut. |
| DIAGNOSA Pemeriksaan terbaik untuk menemukan abses otak adalah CT scan atau MRI. Biopsi dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan tumor atau stroke dan untuk menentukan organisme penyebab terjadinya abses. |
| PENGOBATAN Pengobatan untuk abses otak adalah antibiotik; yang paling sering digunakan adalah penisilin, metronidazol, nafsilin dan sefalosporin (misalnya seftizoksim). Antibiotik biasanya dilanjutkan sampai 4-6 minggu dan pemeriksaan CT scan dan Mri diulang setiap 2 minggu. Jika antibiotik tidak berhasil mengatasi keadaan ini, maka dilakukan pembedahan untuk membuang nanah. Kadang abses menyebabkan bertambahnya tekanan dan pembengkakan di dalam otak. Keadaan ini sangat serius dan bisa menyebabkan kerusakan otak yang menetap, sehingga diberikan kortikosteroid dan obat lainnya (misalnya manitol) untuk mengurangi pembengkakan otak dan mengurangi tekanan di dalam otak. |
Berinternet Ria Sehatkan Otak
BAGI kalangan usia menengah dan lanjut usia, aktivitas menjelajah internet ternyata dapat memberi dampak positif bagi fungsi dan kemampuan otak, demikian hasil sebuah penelitian terbaru yang dimuat American Journal of Geriatric Psychiatry.
Para ahli dari University of California Los Angeles belum lama ini menemukan bahwa kegiatan surfing internet dapat menstimulasi pusat otak yang mengendalikan pembuatan keputusan dan pertimbangan kompleks.
Peneliti menyatakan, aktivitas menggunakan internet mungkin dapat membantu mencegah perubahan psikologis berkaitan dengan pertambahan usia yang kerap menyebabkan penurunan fungsi otak.
Ketika seseorang bertambah tua, diyakini terjadi sejumlah perubahan nyata pada otak termasuk penciutan dan pengurangan aktivitas sel yang dapat mempengaruhi kemampuan dan fungsi otak.
Sudah lama diduga bahwa aktivitas yang membuat otak tetap aktif seperti bermain puzzle atau membaca dapat meminimalisir dampak penuaan otak - dan riset terbaru telah mengindikasikan bahwa aktivitas surfing internet dapat menjadi salah satu alternatif.
"Hasil penelitian ini menganjurkan bahwa perkembangan teknologi komputer dapat memberi efek psikologis dan potensi manfaat terhadap kalangan usia menengah dan lansia. Berinternet dapat melibatkan aktivitas otak yang rumit , yang dapat membantu melatih dan memperbaiki fungsi otak ," ujar pimpinan riset Professor Gary Small seperti dikutip BBC
Small melakukan risetnya dengan melibatkan 24 sukarelawan berusia antara 55 hingga 76 tahun. Setengah dari mereka merupakan pengguna aktif internet sedangkan sisanya tidak.
Setiap partisipan menjalani scan otak saat melakukan surfing internet dan juga ketika diberi tugas membeca buku. Kedua jenis aktivitas ini ternyata menunjukkan bukti signifikan akan adanya aktivitas pada wilayah otak yang mengendalikan bahasa, mambaca, daya ingat dan kemampuan visual.
Namun begitu, berinternet ria menghasilkan aktivitas tambahan yang signifikan pada daerah yang terpisah pada otak yang mengendalikan pembuatan keputusan serta pertimbangan kompleks. Dibandingkan aktivitas membaca sederhana , menggunakann internet membutuhkan pilihan yang membuat orang harus membuat keputusan akan apa yang harus diklik dalam upaya mendapatkan informasi yang diinginkan.
AC
Sumber : BBC
Cara Membuat Otak Anda Berpikir Lebih Cepat dengan 9 langkah
Written on January 20, 2009 – 8:09 am | by admin | 2,884 views
1. Ambillah dosis EPA secukupnya
EPA adalah bahan kimia dalam minyak ikan yang merupakan makanan bagi otak, setiap orang pasti sudah mengetahuinya, jadi mengapa tidak memberikannya kapsul minyak ikan setiap hari untuk meningkatkan kekuatannya. Riset menunjukan bahwa minyak ikan dapat memfasilitasi peningkatan aktivitas pada otak, memperlancar peredaran darah, meningkatkan memori dan konsentrasi.
2. Seks secara teratur
Berhubungan seks dapat melepaskan senyawa kimia yang dapat meningkatkan kekuatan otak, menurut buku terkini “Teach yourself. Training your brain” yang ditulis oleh pengajar senior dan seorang ahli biologi. Seks adalah bentuk sempurna dari latihan, yang juga meningkatkan peredaran darah ke otak. Ia dapat mengurangi stress dan ketegangan yang menurunkan efisiensi kinerja otak.
3. Kerjakan sebuah teka teki
Teka-teki silang, Sudoku atau yang lainnya dapat membuat otak Anda tetap pada kondisi terbaik. Sama seperti otot, jika Anda tidak berlatih secara reguler, ia akan kehilangan kemampuannya untuk bekerja secara maksimal.
4. Pergi berjalan kaki
Tidak ada yang dapat mengalahkan udara segar yang dapat menyegarkan pikiran yang dapat mengurangi percakapan mental yang mengganggu logika dan pikiran konstruktif. Sebuah perjalanan di pinggiran kota, dekat sungai atau sekedar di taman akan membantu Anda menyingkirkan awan kelabu dan membantu pikiran Anda tetap jernih.
5. Mempelajari bahasa baru
Mempelajari bahasa baru dapat sindrom dementia (kemunduran otak) sampai dengan empat tahun menurut artikel yang dimuat pada New Scientist. Alasan pasti untuk hal ini belum diketahui, namun dipercaya bahwa ia memiliki hubungan erat dengan peningkatan perdaran darah dan koneksi saraf yang baik.
6. Tertawa
Tawa bukan saja merupakan obat terbaik, ia juga dapat meningkatkan fungsi otak dan menstimulasi kedua sisi otak pada saat yang bersamaan. Pastikan Anda tertawa setiap harinya.
7. Menjadi kreatifif
Melukislah atau pelajari alat musik yang baru, bergabunglah dengan kelas kesenian walaupun Anda yakin Anda payah dalam hal tersebut. Menjadi kreatif memungkinkan Anda untuk menemukan solusi baru untuk permasalahan yang sudah lama dan meningkatkan kesadaran pada saat yang bersamaan.
8. Belajar melempar barang
Riset dari Universitas Regensburg di Jerman memindai otak dari seorang juggler (pemain sulap yang melemparkan barang) dan menemukan bahwa kegiatan ini dapat meningkatkan struktur otak. Setelah berlatih selama tiga bulan, otak akan menunjukan peningkatan signifikan pada dua bagian, yaitu bagian mid-portal dan posterior intraprietal sulcus kiri.
9. Berhubungan dengan sifat keanak-anakan Anda
Einstein pernah berkata bahwa imajinasi lebih penting daripada pengetahuan dan ia menggunakannya pada beberapa eksperimen yang akhirnya membuatnya menemukan perhitungan paling terkenal sepanjang masa (E=MC2).
Cobalah lihat anak-anak, mereka penuh dengan imajinasi, dan mereka belajar lebih banyak pada tahun-tahun awal kehidupan mereka lebih daripada apa yang kita pelajari selama satu dekade. Bebaskan pikiran Anda dari penjara pikiran “seorang dewasa”, Anda akan menemukan cara berpikir yang belum pernah ada sebelumnya, Anda mungkin akan membuat penemuan besar yang berikutnya.
courtesy : http://blog.unila.ac.id/bayoetech/
Seberapa Sehat Otak Anda ?
19/12/2005 08:34 WIB
eramuslim - Untuk menilai kebugaran fisik memang tidak terlalu sulit karena banyak indikatornya. Tapi, bagaimana bisa tahu keadaan otak anda sehat atau tidak? Padahal, lupa adalah salah satu indikasi bahwa otak sudah tidak sehat lagi.
Seperti organ lain, otak juga mengandalkan darah sebagai pemasok oksigen dan nutrisi. Bila jantung dan pembuluh darah tidak cekatan dan efisien lagi, daya ingat akan kena dampaknya. Sejumlah penelitian menunjukkan, masalah kardiovaskular ikut menentukan penurunan kemampuan otak.
Petunjuk berikut ini bisa menjadi indikator sehat tidaknya otak anda. Masih berisi atau jangan-jangan malah sudah mulai kosong:
1. Otak mulai padam. Ini bisa ditunjukkan dengan keadaan anda yang mulai merasa frustasi. Banyak omongan
yang anda ucapkan, tapi tidak ada 'isinya'.
2. Mulai lupa. Anda menemukan buah di dalam kulkas, tapi tidak ingat bahwa anda sendiri yang menyimpannya di
sana. Anda juga mulai kesulitan untuk mengingat nama atau kata-kata dalam lagu favorit anda.
3. Otak mulai seret. Anda membutuhkan waktu lebih lama untuk berpikir atau menuangkan pikiran anda.
4. Depresi. Anda merasa sedih dan cemas pada waktu tertentu, kehilangan minat pada sesuatu yang biasanya
anda gemari.
Jika satu atau lebih tanda tersebut ada pada diri anda, maka dapat dipastikan otak anda sudah tidak sehat lagi. Dan sebaiknya anda konsultasi ke dokter. Hanya dokter ahli yang bisa menganalisis secara tepat dan memberikan perawatan terhadap trauma otak atau penyakit degeneratif seperti alzhemier. Para ahli percaya bahwa dalam kondisi tertentu otak dapat meregenerasi sel untuk membalikkan dampak dari penuaan atu turunnya fungsi memori otak dengan melakukan latihan olahraga setiap hari. Semakin cepat anda memfokuskan pada kebugaran otak akan semakin baik.
Pasalnya, dengan latihan fisik atau olahraga teratur, aliran darah ke otak akan tambah lancar. Disebutkan bahwa aliran darah ke otak menurun rata-rata 23 persen di usia antara 33-62 tahun. Selain mampu mengurangi kadar lemak darah yang bisa menyempitkan dan mengeraskan pembuluh darah, olahraga juga mengakatifkan bagian-bagian otak yang bertugas mengendalikan fungsi gerak. Di sisi lain otak juga butuh istirahat. Aktivitas terus menerus tidak baik untuk otak. Tidur yang cukup sangat penting untuk menjaga kecepatan dan keaktifan otak. Orang yang kurang tidur akan cenderung lupa dan diikuti dengan menurunnya fungsi indra.
Kebutuhan tidur tiap orang berbeda. Secara umum orang dianjurkan untuk istirahat sekitar 7-8 jam. Namun, ketentuan itu tidak mutlak. Ada orang yang hanya perlu tidur tiga jam. Orang macam ini biasanya mampu menstabilkan gelombang otaknya meski tetap bekerja. Saat Anda tidur, ingatan akan direvisi dan disimpan dalam otak. Ketidakmampuan tidur mempengaruhi periode konsolidasi ingatan. Otak secara otomatis melakukan penyegaran saat terjadi gelombang tidur nyenyak atau gelombang delta.
Di samping itu, sebaiknya konsumsi makanan yang baik untuk otak. Karena otak memerlukan zat gizi seperti asam folik dan asam lemak omega 3. Masukkan daun-daunan berwarna gelap, sayuran, ikan dan kacang-kacangan dalam menu anda. Satu hal yang terpenting, hentikan rokok dan minum alkohol. Karena keduanya dapat mengganggu sirkulasi darah ke otak. (to/is)
HASIL MUTAKHIR TENTANG RISET OTA
| | |
| |
| Written by adm02 |
| Wednesday, 13 May 2009 18:28 |
| Sistem alami terhadap bekerjanya otak agar potensi yang dimiliki anak dapat dikembangkan seoptimal mungkin tanpa terbentur dengan struktur dan fungsi otak merupakan hasil mutakhir dari riset otak. Sistem pendidikan yang menentang hakikat dari prinsip alami dari otak ini telah banyak merugikan kehidupan anak. Riset Otak oleh Paul McLean menunjukkan bahwa ada tiga bagian otak yang fungsinya berbeda dalam mempengaruhi proses belajar(three in one). Kondisi ini sangat bergantung pada bagian otak mana yang mendominasi anak. Ketiga otak tersebut adalah:
1. Brainstem Brainstem ini diartikan sebagai batang otak yang berfungsi menyerang dan menyelamatkan diri atau dengan kata lain sebagai otak yang bereaksi cepat. Pengaruh dari bagian otak ini akan mendominasi jika seseorang dalam kondisi terancam, sedih, marah, takut, dan sebagainya. Inilah yang membuat manusia mempertahankan dirinya, yang sehari-hari dapat dilihat dalam perilaku seperti berdebat, menangkis pukulan jika diserang. Kondisi ini tidak menguntungkan dalam proses pembelajaran. 2. Cerebral Cortex Bagian ini terkait dengan kulit otak. Walau pun ada juga kulit otak kecil cerebellum, namun cerebral cortex selalu berkaitan dengan otak berfikir. Di otak besar cortex cerebri ini berperan dalam proses berfikir tingkat tinggi, seperti berbhasa, memori, emosi, menganalisa, kreativitas, dan spiritualitas. Sementara di otak kecil cerebral cortex berfungsi memainkan peran sebagai pengatur gerakan dan kesimbangan tubuh. Kesalahan paling besar yang sering dilakukan dalam proses pendidikan usia dini adalah menganggap cerebral cortex ini sebagai keseluruhan otak yang berfungsi sebagai berfikir semata. Padahal berfikir hanyalah salah satu fungsi otak. Komponen lain dari fungsi otak terkait dengan emosi sering dianggap bagian lain di luar otak. Menurut Erich Fromm Cerebral cortex ini ia istilahkan sebagai penanda lahirnya manusia modern. Oleh karena rasionalitas manusia berpusat pada cerebral cortex ini yang membuat manusia berfikir dan melakukan banyak hal dalam kehidupannya. Judson Herrick, sebagai seorang neuroanatomist mendukung Erich Fromm dengan menyatakan bahwa cerebral cortex akan melahirkan peradaban cortex cerebri is the organ of civilization. Oleh karena cerebral cortex mampu melakukan fungsinya untuk mengetahui, berfikir, dan aktivitas intelektual lainnya. Korbinian Broddman selanjutnya mengklasifikasikan kulit otak berdasarkan penelitian arsitektur sel-sel di kulit otak atas 52 wilayah. Ia kemudian menandainya dengan angka, misalnya wilayah 3,2, dan 1 sebagai daerah pengatur sensasi, tubuh, wilayah 4,5, dan 6 sebagai pengatur gerakan, dan wilayah 41 dan 42 untuk mengatur pendengaran, dan lain-lain. Wilayah ini saling berhubungan melalui serabut-serabutnya yang prosesnya tidak lebih dari satu menit. Kecepatan dan ketepatan otak dalam mencerna informasi merupakan keunggulan otak manusia yang tak tertandingi.
3. Sistem Limbik Sistem limbik menyimpan banyak informasi yang tak tersentuh oleh indera. Dialah yang lazim disebut sebagai otak emosi atau tempat bersemayamnya rasa cinta dan kejujuran (seat of love). Carl Gustav Jung menyebutnya sebagai Alam Bawah Sadar atau ketaksadaran kolektif, yang diwujudkan dalam perilaku baik seperti menolong orang, dan perilaku tulus lainnya. LeDoux memngistilah sistem limbik ini sebagai tempat duduk bagi semua nafsu manusia, tempat bermuaranya cinta, respek dan kejujuran. Beberapa prinsip sebagai bentuk kecerdasan emosi yang diperankan sistem limbik perlu dipahami oleh pendidik antara lain:
|
Pornografi Dapat Rusak Jaringan Otak
Paparan materi pornografi secara terus-menerus dapat menyebabkan kecanduan (adiksi) yang pada akhirnya mengakibatkan jaringan otak mengecil dan fungsinya terganggu.
Dalam seminar mengenai dampak pornografi terhadap kerusakan otak di Jakarta, ahli bedah syaraf dari Rumah Sakit San Antonio, Amerika Serikat, Donald L. Hilton Jr, MD mengatakan bahwa adiksi mengakibatkan otak bagian tengah depan yang disebut Ventral Tegmental Area (VTA) secara fisik mengecil.
Penyusutan jaringan otak yang memproduksi dopamine (bahan kimia pemicu rasa senang) itu, menurut dia, menyebabkan kekacauan kerja neurotransmiter yakni zat kimia otak yang berfungsi sebagai pengirim pesan.
“Pornografi menimbulkan perubahan konstan pada neorotransmiter dan melemahkan fungsi kontrol. Ini yang membuat orang-orang yang sudah kecanduan tidak bisa lagi mengontrol perilakunya,” kata Hilton serta menambahkan adiksi pornografi juga menimbulkan gangguan memori.
Kondisi tersebut, ia menjelaskan, tidak terjadi secara cepat dalam waktu singkat namun melalui beberapa tahap yakni kecanduan yang ditandai dengan tindakan impulsif, ekskalasi kecanduan, desensitisasi dan akhirnya penurunan perilaku.
“Pornografi dapat merusak sel-sel otak, akibatnya perilaku dan kemampuan intelegensia akan mengalami gangguan,” tambah Kepala Pusat Pemeliharaan, Peningkatan dan Penanggulangan Intelegensia Kesehatan H. Jofizal Jannis.
Ia menjelaskan, penurunan intelegensia secara langsung dan tidak langsung akan menurunkan produktivitas dan menurunkan indeks pembangunan sumber daya manusia.
Menurut Hilton, kerusakan otak akibat kecanduan pornografi adalah yang paling berat, lebih berat dari kecanduan kokain.
Namun demikian, kata dia, kini ada harapan kerusakan otak itu bisa dipulihkan hingga mendekati normal dengan berbagai metode penyembuhan.
Terapi yang dapat digunakan untuk memulihkan kerusakan otak akibat kecanduan, menurut dia, antara lain pemberian motivasi pribadi untuk memacu semangat penderita guna melepaskan diri dari kecanduan, dan penciptaan lingkungan yang aman bagi pecandu dengan menurunkan secara drastis aksesnya terhadap pornografi.
Selain itu, ia menambahkan, pembentukan kelompok pendukung dengan konselor dan terapis serta terapi peningkatan spiritualitas dampaknya juga sangat bermakna dalam upaya pemulihan.
“Penelitian menunjukkan spiritualitas agama apapun, akan mempercepat proses pemulihan,” katanya. (kpl/cax)
