Senin, 27 Juli 2009

Radang Otak Rawan Gangguan Perilaku

Jangan anggap remeh penyakit radang otak atau infeksi pada otak yang menyerang anak-anak. Pasalnya, bisa mengakibatkan mereka mengalami gangguan perilaku dan agresif. Hal ini diungkapkan oleh psikiatri RSU dr Soetomo Surabaya, dr Didi Aryono Budiyono SpKJ bahwa bila diobati sedini mungkin si anak bisa sembuh total.

“Anak-anak yang mengalami infeksi otak ini disebabkan karena virus enchepalitis. Bila dibiarkan parah atau akut, maka bisa merusak otak dan susah untuk disembuhkan secara sempurna,” katanya, Kamis, (21/2/2008).

Didi menjelaskan, pada kondisi anak yang terkena radang otak ringan dalam satu hingga dua bulan bisa disembuhkan. Asalkan diketahui sejak dini, mendapat pengobatan dan nutrisi yang tepat serta mendapat penanganan yang benar.

“Tim medis akan memberikan kekebalan dan antibiotik. Namun biasanya, pada anak yang terserang radang otak akut akan muncul virus lain. Dan ini yang harus diwaspadai,” tambah Didi.

Pada radang otak yang akut, jelas dia, akan terjadi efek samping terjadinya virus lain yang muncul. Dan hal itu akan memperparah kondisinya. Untuk itu tim medis harus mengendalikan virus karena pada radang otak tidak menimbulkan luka namun sangat mematikan.

“Pada radang otak akut bisa menimbulkan seorang anak mengalami sequele atau kecacatan menetap. Selain itu mereka juga akan mengalami gangguan perilaku, agresifitas, konsentrasi hilang dan mudah kejang,” tegasnya.

Untuk itu agar anak bisa sembuh, diperlukan pemulihan pada agresifitasnya, masalah kedaruratan, memberikan latihan perilaku dan lain-lain.

Didi mencontohkan pasien radang otak akut asal Pasuruan Jawa Timur, Adi Saputro (7). Anak pasangan M Qomar dan Yuliati ini sudah mengalami radang otak sejak usia 2 tahun. Sayang, karena kondisi ekonomi yang rendah, Adi yang mendapat perawatan di ruang C kelas I dibiarkan terkena radang otak hingga usia 7 tahun.

“Akibatnya, dia mengalami kemunduran perilaku di usianya, tidak mampu mengendalikan kesadarannya, konsentrasi hilang dan lain-lain. Apalagi, dia tidak mendapat nutrisi dan perbaikan gizi, ini membuatnya sulit untuk sembuh,” tambahnya.

Sementara di RSU dr Soetomo Surabaya, angka pasien anak dengan radang otak jarang terjadi dan angkanya sedikit. Baik pasien anak asal Surabaya maupun dari luar Surabaya. Namun rata-rata yang mendapat perawatan di ruang jiwa merupakan kategori radang otak yang sudah rusak dan tidak sembuh secara sempurna.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar